new.png

Slideshow Halaman Utama

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

Telusuri serta awasi jalannya proses penyelesaian perkara anda secara online pada aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)

Kunjungi

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

Sistem Informasi Pengawasan

SIWAS adalah sebuah aplikasi untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.

Laporkan

Sistem Informasi Pengawasan

Lindungi Keluarga Anda Dengan Status Hukum Yang Jelas

Akta perkawinan dan perceraian yang sah melindungi anak dan Istri/Suami

Lindungi Keluarga Anda Dengan Status Hukum Yang Jelas

Dirgahayu Republik Indonesia

Pengadilan Agama Prabumulih Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia 

17 Agustus 2019

Dirgahayu Republik Indonesia

Keluarga Besar Pengadilan Agama Prabumulih Mengucapkan Selamat Bertanding Kepada Seluruh Peserta Turnamen Tenis Dalam Rangka Hut KE-74 Kemerdekaan RI dan HUT KE-74 Mahkamah Agung RI

Dalam Rangka Meperingati Hut Ke - 74 Kemerdekaan Republik Indonesia Serta Hut KE-74 Mahkamah Agung Republik Indonesia

Struktur Organisasi

Standar Pelayanan

E-Court

Direktori Putusan

Penelusuran Perkara

Laporan Tahunan

Perkara Hak Asuh Anak Berakhir Damai di PA Prabumulih

 

2010

PA-PRABUMULIH.GO.ID – Selasa (16/07/2019), setelah melalui sidang yang cukup panjang dan melelahkan dalam kurun waktu 5 (lima) bulan lamanya, akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan bagi kedua belah pihak dan termasuk bagi Hakim yang menyidangkan perkara gugatan hak asuh anak (hadhanah), nomor perkara 53/Pdt.G/2019/PA.Pbm berhasil didamaikan oleh Hakim yang menyidangkan perkara tersebut dan akhirnya kedua belah pihak membuat kesepakatan perdamaian untuk selanjutnya ditetapkan dalam Putusan Akta Perdamaian (Akta Van Dading),

                            2019 2019

 

Kesepakatan Perdamaian kedua belah pihak ini terjadi, tidak lepas dari kepiawaian Hakim yang menyidangkan perkara ini, yang secara sabar dan berulang-ulang menasehati para pihak dan mejelaskan pula bagaimana dampak negatif  yang akan dirasakan jika bersengketa memperebutkan anak. "Yang paling akan merasakan dampak negatif akibat sengketa kedua belah pihak tentu saja adalah anak-anak," ujar Hakim dalam persidangan. Alhamdulillah dengan memberi kesempatan kedua belah pihak selama  2 (dua) kali persidangan untuk berpikir ulang, akhirnya pada tanggal 11 juli 2019, kedua belah pihak menyatakan sudah sepakat berdamai dan sudah membuat kesepakatan perdamaian. Kemudian oleh YM. Suryadi, S.Ag, S.H., M.H sebagai Hakim Tunggal membacakan Putusan Akta Perdamaian (Akta Van Dading) atas perkara tersebut pada tanggal 16 Juli 2019. Point penting dalam kesepakatan perdamaian tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pihak Penggugat dan Tergugat sepakat menyerahkan hak asuh (hadhanah) atas kedua orang anak Penggugat dan Tergugat, berada pada pihak Peggugat sampai kedua orang anak tersebut berusia dewasa/mandiri
  2. Pihak Penggugat akan bertanggung jawab terhadap biaya kehidupan untuk kedua orang anak tersebut sampai kedua orang anak tersebut berusia dewasa dan/mandiri.
  3. Pihak Penggugat dan pihak Tergugat tidak akan saling menghalangi, apabila kedua orang anak tersebut akan bertemu dengan salah satu pihak (Penggugat atau Tergugat).

Dalam kesempatan terakhirnya, Suryadi, S.Ag., S.H., M.H., mengucapkan selamat kepada kedua belah pihak yang telah berhasil berdamai dan meminta kepada kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan bersalaman.(TIM IT Pbm)